Kehidupan Rumahku…

AKU PASTI BISA

Posted in Uncategorized by putrisiazahra on March 2, 2015

Sepertinya rumah tidak akan pernah rapi jika kedua anakku sedang berada di rumah. Ada-ada saja kegiatan yang mereka lakukan hingga membuatku geleng kepala. Mengeluarkan semua isi lemari pakaian, lemari buku. lemari dapur, bok mainan,  bahkan bawang merah dan bawang putih pun ikut bermain bersama keduanya. Tidak akan pernah ada habisnya.

Alhasil, rumah kecilku ini tidak ada rapinya. Semua barang tercecer dimana-mana. Baju, buku, piring, wajan, tergeletak begitu saja. Ya, tergeletak dimana-mana.

laa taghdhob

Apalagi jika ditambah dengan kedatangan tamu yang tiba-tiba, rumah yang masih berantakan dengan barang yang tercecer dimana-mana  akan membuat suasana tidak nyaman. Sangat tidak nyaman.

Kondisi ini yang biasanya membuat emosiku naik ke ubun-ubun, berteriak, dan marah-marah. Marah-marah pada dua batita yang bahkan belum mengerti apa itu perbedaan antara salah dan benar. Marah-marah pada dua sosok mungil yang masih suci. Marah-marah yang sungguh tidak ada artinya.

Berfungsikah marah-ku ini?

Pertanyaan yang sungguh konyol. Pertanyaan yang retoris. Pertanyaan yang tidak me

merlukan jawaban. Sudah sangat jelas bahwasanya marah-marahku ini tidak berfungsi sama sekali.

Bukankah Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa salam telah berwasiat kepada seorang lelaki yang meminta wasiat dan beliau bersabda yang artinya Jangan engkau marah”. Dan wasiat adalah memberikan pesan kepada seseorang dengan perkara yang sangat penting. Dan jangan marah adalah suatu perkara yang sangat penting.

Namun apa daya, diri ini bukanlah malaikat yang tidak mempunyai nafsu dan amarah. Diri ini hanyalah manusia biasa yang mempunyai nafsu dan amarah. Begitu hebatnya syaitan dalam melempar bara api ke hati, hingga hati menjadi bergejolak. Dan marah-marah.

Ayolah, ku pasti bisa mengendalikan marahku ini. Dengan menatap mata keduanya membuatku harus berfikir ulang dan mengendalikan nafsu amarahku. Dengan membisikkan ke telingaku bahwa mereka berdua hanya ingin tahu. Mereka hanya ingin tahu mengapa baju bisa dikeluarkan dari lemari. Mereka hanya ingin tahu mengapa bawang itu bulat dan panci bisa berbunyi jika dipukul oleh sendok. Mereka hanya ingin tahu.

Mereka hanya belum mengerti apa yang seharusmya dilakukan. Mereka belum mengerti jika baju itu telah tersusun rapi dilemari. Mereka belum mengerti jika piring-piring akan pecah jika diinjak. Mereka belum mengerti jika tamu datang sebaiknya rumah dalam keadaan rapi. Mereka belum mengerti apa-apa.

Ayolah, ku pasti bisa mengandalikan amarahku ini. Dengan bersegera mengingat surga. Balasan terbaik bagi orang-orang yang bersabar. Surga yang didalamnnya penuh dengan kenikmatan dan tidak akan ada penderitaan. Segala sesuatunya ada. Kebun-kebun anggur, kurma, gelas-gelas yang penuh berisi minuman, dan didalamnya tidak ada perkataan sia-sia dan tidak pula perkataan dusta. Pakaian pun tidak akan lusuh dan masa muda tidak akan habis. Dan di surga terdapat hal yang tidak pernah dilihat oleh  mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terbesit di hati manusia. Batu bata di surga dari emas,dan batu bata dari perak, lumpur untuk mengecat dindingnya terbuat dari minyak kesturi, kerikilnya terbuat dari mutiara dan intan, dan tanahnya terbuat dari minyak za’faron. Sungai-sungainya dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari susu yang tiada berubah rasanya, sungai-sungai dari khomr yang lezat bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring. Alangkah nikmatnya.

Ayolah, ku pasti bisa meengendalikan marahku ini. Dengan bersegera duduk jika aku berdiri. Dan bersegera berbaring jika aku duduk. Jika tidak mempan juga, ku akan meninggalkan kalian berdua sebentar nak, hingga reda amarah ini.

Ayolah, ku pasti bisa mengendalikan amarahku ini. Dengan bersegera mengingat syetan yang tertawa terbahak-bahak saat melihatku marah. Karena ia merasa menang atas bujukannya. dan tentu aku tak terima, akan kuucapkan “ ‘A’udzuu billahi minasyaithonirrajim” dan mengendalikan marahku.

Sekarang aku pasti bisa mengendalikan marahku. Ini adalah tantangan. Tantangan yang pasti bisa kulakukan demi kalian berdua, Nak. Demi terbentuknya kreatifitas kalian. Demi terbentuknya kepribadian kalian berdua. Yang jika aku marah-marah terus, tentu kalian akan menjadi anak-anak yang mudah marah pula. Menjadi anak-anak yang tidak percaya diri, menjadi anak-anak yang kurang disiplin.

Dan aku pasti bisa mengendalikan amarahku ini. Insyaa Allah. Dengan memohon pertolongan Allah. Dan berdo’a padanya. “Ya Allah , tambahkan kesabaran yang banyak padaku, mudahkan aku agar tidak marah-marah, dan berilah aku taufik agar dapat menjalankannya.” Aamin

Advertisements

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Al Khansa said, on March 17, 2015 at 8:35 am

    Ummiii….i love you 🙂 gitu yaa mungkin teriak hafizh sama ihsan suatu saat baca tulisan ini…
    Ihrish..!! Puchan…semoga Alloh memudahkan njenengan mbak…

    Jadi inget iklan susu bendera…yg ada anak kecil bikin kue2 dan ngucapin sesuatu ke ibunya…sebuah hal simple but its good habit for child…cermin Kecerdasan emosional yg baik…krn dia bisa mengungkapkan perasaannya dan mewujudkan dlm bentuk sesuatu…nah..hasil diskusi sana sini sama ummahat yg dah pny anak…hehe..hal ini bs dibangun dari kecil…dan dibentuk dr kesehariaan interaksi mereka dgn ibu (as a first school for them) yakni komunikasi yang positif..seperti hindari kata2 jangan seperti cb ganti yang sopan nak..kayak gitu ndak pantas…pujian…dan berlemah lembut but tegas pd saatnya…berbicara jujur dgn bahasa yg cerdas…dll hehe…

    Good notes chan… 🙂 like it.. !


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: