Kehidupan Rumahku…

Catatan Ummu Yazîd Fä: Jumpa Buah Ketika Rihlah (Buah-buahan yang ana temui di Saudi)

Posted in bermutu by putrisiazahra on August 2, 2010

Bismillah

Alhamdulilläh…Bulan Shafar kemarin saya diberi kesempatan sedikit putar – putar Saudi. Yahh meskipun belum jelajah ke seluruh kota, tapi terhitung udah lumayaaan banget. Sebenarnya 7-an utamanya ya umrah, cuma kan bertepatan juga sama liburan anak sekolah di musim semi. Makanya, sukses lah saya diajak main keliling. Rute kota – kota yang sempat saya singgahi adalah Makkah –> Yanbu’ (obyek wisata pantai yang ujungnya akan ketemu di Laut Merah) –> Madinah –> Makkah –> dan yang terakhir yaitu Thäif (umrahnya 2x, jadi balik lagi ke Makkah).

Nah, kita akan sampai ke inti cerita niih….simak baik2 ya…
Waktu saya lagi dalam d’ Tour ke Thäif, di pinggir jalan banyaaak berjajar penjual buah. Di antara buah unik I’ve never seen b4 adalah:

1. TIEN

Ngomong2 tentang tien, pasti pembaca udah pernah denger kan??(AsumC saya, para pembaca minimal udah pernah baca surat At-Tien lahh).

DefiniC buah:
• Kulitnya agak berambut halus gimanaa gitu, hmm kaya apa yah? Kayanya pernah liat juga tekstur kulit buah yang rada mirip tien, cuma saya lupa aja apa namanya. Warnanya kalo udah matang, merah kecoklatan kaya kulit buah gowok (tau kan buah gowok yang kaya apa?)
• Daging buahnya gak tebel2 amat, dan rasanya manis blasteran kecut.
• Bijinya shugayyirah marrraahh (keciil banget) >> kaya serbuk sari bunga sepatu yang warnanya kuning, halus, dan bisa langsung dimakan.

2. BURSYŰM

Pertama x buah itu tampak di hadapan mata saya, komentar pertama “ANEHHH…Mäsyä Alläh”. Kok gitu?? iya, pasalnya buahnya kok berbiji semua sampai ke dalamnya sekalipun, dan bijinya itu menyebar randomly di seluruh daging buah. Kalo kaya jambu yang bijinya cuma ngumpul di tengah sih gapapa…tapi ini…bijinya bener2 nyungsep fî kulli makän (di mana2). Awalnya rada kikuk juga makannya, saya pikir bijinya dilepéh dan disisakan daging buahnya aja. Dan pas kebetulan mata saya melirik ke habîbî, ehh ternyata 11/12 (BeTi: Beda2 Tipis) juga cara makannya. Pas saya plarak plirik sana sini liat cara Syeikh dan adik Syeikh yang kebetulan duduk samping saya…he3 kayanya kami berdua kok ketahuan KIDU niiaan (baca: udik) >> udah KIDU, mana ga mau tanya pula. Tau gak gimana kira – kira cara makannya? yaa gitu ituu, dimakan sak biji semua – muanya. Means, biji bursyűmnya -yang dijamin bisa bikin gigi kita jatuh berguguran kalo kita emang bener2 nekad banget ngunyah dengan seksama- ditelan aja tanpa bha-bhi-bhu.

DefiniC buah:
• Daging buahnya yang saya liat ada dua jenis penampakan: merah dan kuning. Tapi kalo ditinjau dari rasanya….sami mawon kok, mboten bénten manis bi dűni (Gak Pake) pahit, kecut, apalagi asin…hooo tidaak.
• Daging buahnya agak mirip sama…gak terlalu yakin nih saya dalam membuat komparaC beserta parameter yang ada…tapi menurut saya, kaya sawo gitu lah jenis serat daging buahnya. Sebelum bayangkan kaya apakah gerangan daging buah bursyûm, coba dulu yuk sama2 mengingat kembali kaya apa sih daging sawo itu.

3. BUAH SIDR (DŰM)

Syeikh ‘AbdulKarîm –hafizhahullähu Ta’äla- bilang, dűm disebut juga buah sidr (kalo di Indo, sidr dikenal dengan nama “bidara” yang biasa dipake buat ruqyah jin itu lhoo).

DefiniC buah:
• Buahnya kecil seukuran sawo kecik (sawo emprit), lonjong kaya bentuk buah pinang dalam ukuran yang lebih mini. Rasanya manis, daging buahnya krauk – krauk kaya apel Malang.
• Warna kulit buahnya kalo udah matang sekali, kuning. Tapi kalo 1/2 matang ya hijau kekuningan.
• Bijinya kecil, keras…jadi gak bisa dimakan. Meskipun begitu, kalo Anda sekalian ingin sekedar iseng cek atau tes kekuatan gigi…boleh saja…tapi ma’af, resiko ditanggung sendiri ya?

Pembaca yang budiman, yang namanya aprikot, peach, delima (kalo delima musiman lho, kesediaanya di pasaran tergantung sama musim apa gak nya) banyak dijual di pasar bebas. Artinya, gak perlu cape harus ke Supermarket apalagi Mall buat hunting barang begituan. Seumur – umur, saya juga baru pernah makan buah aprikot fresh yang masih berbentuk asli buah gitu ya di sini. Orang Arab biasaaa banget adakan jamuan makan besar buat para tamu, bahkan hampir tiap pekan. Nah, biasanya dalam jamuan itu disediakan berbagai macam buah kaya: anggur, apel, pear, kiwi, jeruk Pakistan, pisang model Cavendis, peach, aprikot, yang kesemuanya itu kalo di Indo termasuk buah dalam kategori Lux kalangan menengah & The Have kan >;> yaa meskipun agak jauh beda dengan keadaan taman bermain di Thäif, tapi ada taman bermain yang lumayan macam – macam di kawasan Taman Selekta tersebut. Emang bagus po Taman Bermain di Thäif?? Iyaa, bagus dan banyak pula kawasan bermainnya. Di kawasan sini ada, nanti beberapa kilo ada lagi, gituuu seterusnya. Kemarin kalo saya gak salah hitung kayanya ada 4 atau 5 macam ya? Lhaa wong di kawasan sebuah hotel di Thäif aja, tersedia banyak mainan anak – anak yang kaya di Pasar malam itu kok. Kebetulan kemarin hotel tempat kami menginap, terhitung dekat sama arena bermain dan kebun binatangnya. Nama daerah tersebut adalah Ruddaf.

Setelah saya pikir – pikir lagi, memang ada miripnya juga sih kaya puncak Bogor ditinjau dari jalannya yang berkelok – kelok dan tersedianya kebun binatang @__@ (gak penting banget x ya? Cuma +an cerita gak pa2 kan?). Masalahnya “Taman Safari”nya Jawa Timur bukan di Malangnya sih, jadi saya gak bilang bahwa Thäif mirip Malang dari segi ini.

Pembaca yang budiman, kiranya sekian dulu sedikit kisah yang saya nukil dari perjalanan wisata kemarin. Ma’af, cuma sedikit yang bisa saya kisahkan. Andaikata Anda berkehendak mendengar kisah yang lebih banyak lagi tentang serba/i Negeri Kiblat Umat Muslimin ini, Insyä Alläh saya sambung lagi di waktu mendatang.

Ditulis: Al Faqîrah ilä rahmati Rabbihä
♥ The Owner of PerindufirdausMu ♥
3 Rabî’ul Akhîr 1431 / 19 Maret 201

Advertisements
Tagged with:

4 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. putrisiazahra said, on August 2, 2010 at 3:51 am

    catetan ini ditulis ma mba Fa

    saya copas dari catetan nya beliau

    biar lebih disebarkan aja ilmunya..

  2. Fa said, on August 4, 2010 at 6:09 pm

    Widuwh, barusan ana iseng searching kunyah ana di bang gugel, ehh nemu ini ternyata 😀

  3. ismi said, on November 16, 2010 at 10:36 am

    saya menyimak dengan sangat, hii….. tambahan, buah zaitun ko belum diulas, hehe… bayangan saya buah zaitun itu manis seperti anggur, ternyata ada juga buah zaitun yang warna ungu gelaap rasanya pahit, tapi berkhasiat, ukurannya mirip anggur hijau, tapi dagingnya padat, biasanya kalau sarapan pagi di Turki makannya buah zaitun +roti +keju+yogurth,,,(share pengalaman pribadi: moga bermanfaat)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: