Kehidupan Rumahku…

SUJUDNYA MALAIKAT DAN IBLIS KEPADA ADAM

Posted in Nasehat by putrisiazahra on April 20, 2010


“Dan ingatlah ketika kami katakan kepada para malaikat sujudlah kepada Adam maka mereka semua pun bersujud kecuali iblis, dan iblis termasuk bagian dari bangsa jin karena iblis fasik terhadap perintah Rabbnya. Apakah kalian akan menjadikan Iblis dan anak keturunan-nya sebagai kekasih dan penolong kalian selain Aku (Allah) padahal iblis dan anak keturunan-nya adalah musuh kalian. Maka ini adalah sejelek-jelek pengganti bagi orang-orang yang dzholim.”
(QS. Al-Kahfi : 50)

Perbedaan Malaikat dan Jin (baca: setan)

Malaikat merupakan suatu alam ghaib bagi manusia. Dan ia merupakan makhluk yang Allah ciptakan dari cahaya. Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya
“Malaikat tercipta dari cahaya, sedangkan Jin teercipta dari nyala api dan Adam tercipta dari tanah yang telah diceritakan kepada kalian”1.
Dan Allah ta’ala memberitahu kita dalam Al-Qur’an bahwasanya Allah menciptakan malaikat dari cahaya, jin dari api, dan manusia dari tanah yang becampur dengan air (baca :lumpur). Sehingga kita dapat mengetahui asal muasal makhluk ada 3 yaitu malaikat dari cahaya, jin dari api dan manusia dari tanah.

Malaikat itu berbeda dengan setan. Diantara perbedaannya yaitu
1. Malaikat itu lebih kuat dari pada jin dan setan. Dalilnya adalah kisah Sulaiman ketika menawarkan kepada para pengikutnya dari bangsa jin dan lainnya siapakah yang bisa membawakan singasananya Balqies. Maka Jin Ifrid (jin yang paling kuat) mengatakan “Aku bisa mendatangkannya sebelum engkau tegak berdiri dari tempat dudukmu”. Namun ada seorang yang diberi padanya kitab suci dan termasuk orang-orang yang sholih mengatakan “Aku bisa mendatangkannya sebelum matamu terbuka saat engkau pejamkan (pejamkan matamu secepatnya dan buka secepatnya) maka sebelum terbuka singgasana bilqies sudah didepanmu, ”. Penjelasan ahli tafsir tentang hal ini adalah dikarenakan Orang sholih ini berdoa kepada Allah dan Allah-lah yang mengirimkan malaikat untuk mengambilkan singgasana Bilqies. Inilah yang menunjukkan bahwasanya malaikat jauh lebih kuat dan hebat daripada jin dan setan.
2.Malaikat lebih suci dari jin dan setan.
3.Malaikat punya kemampuan menembus langit yang tidak dipunya oleh setan. Sedangkan setan tidaklah mungkin untuk masuk menembus langit, karena siapa saja (setan) yang berupaya untuk mendekati langit maka dia akan diikuti dengan sinar dan nyala api yang membakar yaitu bintang yang Allah gunakan untuk melempar setan. Berbeda dengan malaikat yang dapat menembus langit sebagaimana hadist Sara’ bin Aziz radhiyallahu anhu yang telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan hadisnya adalah hadist yang shohih ketika Nabi shallalahu ‘alaihi wa salam menjelaskan tentang perjalanan arwah orang yang beriman dan orang kafir. Hadist lain mengatakan bahwa malaikat memenuhi langit, Nabi shallalahu ‘alaihi wasalam mengatakan bahwa langit itu mengerang dan layaklah langit untuk mengerang karena tidak ada satupun jengkal di langit (seluas 4 jari di langit) kecuali disana ada malaikat yang bersujud atau berdiri dan lainnya.

Malaikatpun bersujud kepada Adam

Sujud dalam ayat ini menurut Syekh Sholih Al-Utsaimin adalah meletakkan dahi di lantai. Mengapa demikian?

Karena yang menjadi kewajiban kita adalah memahami kalimat sesuai dengan makna dhohirnya.

Dan hukum asal sujud adalah meletakkan dahi di lantai yang mana sujud dalam pengertian ini tidaklah boleh kecuali hanya untuk Allah. Maka jika sujud ini adalah dalam rangka melaksanakan perintah Allah maka bukanlah kemusyrikan sebagaimana membunuh jika tanpa alasan adalah dosa besar akan tetapi jika membunuh itu dalam rangka melaksanakan perintah Allah statusnya adalah ketaatan. Dalilnya adalah Ibrahim sang kekasih Allah ‘alaihi salam diperintahkan membunuh dan menyembelih anaknya sendiri dan dia taat. Dan mulailah Ibrahim memulai menyembelih anaknya. Bukankah membunuh anak adalah memutus kekerabatan? Akan tetapi dikarenakan membunuh disini dalam rangka melaksanakan perintah Allah maka membunuh nilainya adalah ketaatan. Maka sujudnya para malaikat kepada Adam seandainya bukan karena perintah Allah adalah kemusyrikan akan tetapi karena diperintahkan Allah maka sujudnya malaikat kepada Adam adalah ibadah dan ta’at kepada Allah subhanahu wa ta’ala

Siapakah Adam?
Adam adalah bapak manusia yang Allah ciptakan dari tanah yang bercampur air (baca:lumpur). Dan Allah menciptakann Adam dengan tangannya. Dalilnya adalah Allah bekata kepada iblis saat iblis sombong dan tidak mau taat kepada Allah untuk bersujud kepada Adam setelah Allah menciptakan Adam dengan tangannya. Allah berfirman yang artinya “Wahai iblis apa yang menghalangimu untuk bersujud kepada Adam yang telah aku ciptakan dengan dua tanganku”. Sedangkan dalil dalam hadist diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dalam hadist yang menceritakan perdebatan antara Adam dan Musa ‘alaihimaa wa salam. Musa berkata kepada Adam “Engkau adalah Adam, suatu makhluk yang Allah ciptakan dirimu dengan tangan-Nya.”
Para ulama mngatakan bahwasanya Allah tidaklah menciptakan suatu makhluk dengan tangannya kecuali dua yaitu Adam dan Surga. Adapun selain Adam, manusia semacam kita saat ini, demikian juga binatang atau yang lain Allah ciptakan dengan mengatakan “Kun” maka terwujudlah apa yang Allah inginkan.
Adam adalah seorang nabi dan bukanlah Rasul. Karena Rasul pertama yang Allah utus kepada umat manusia adalah Rasul Nuh ‘alaihi sholawatu wa salam. Allah utus Nuh ketika manusia telah berselisih dan tidak lagi bertauhid dan semuanya melakukan kemusyrikan.
Dalilnya adalah dari sahabat Abu Dzar yang hadisnya diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya demikian juga Abu Dawud. Abu Dzar bertanya “Ya Rasulullah siapakah nabi yang pertama? Maka nabi mengatakan Adam. Apakah adam itu benar-benar nabi? Nabi menjawab benar, Adam adalah seorang nabi yang mendapatkan wahyu yang diajak bicara oleh Allah.” hadist ini dinilai shahih oleh Al-Abani.
Mengapa Adam hanya nabi dan bukan Rasul? Karena pada saat itu tidak ada motivasi pendorong untuk dikirimkannya Rasul. Karena seluruh manusia agamanya sama yaitu Tauhid. Dan manusia belum tersebar luas dan belum banyak terfitnah oleh dunia. Dan semua manusia mengikuti ajaran ayah mereka yaitu Adam. Ketika jumlah manusia sudah banyak dan tersebar kemana-mana, lalu mereka berpecah dalam agama maka baru Allah kirimkan Rasul.

Mengapa Iblis tidak mau bersujud?
Iblis tidak mau bersujud, dan iblis adalah setan. Iblis adalah bagian dari Jin. Bahkan iblis adalah cikal bakal nenek moyang jin. Lalu, iblis durhaka terhadap perintah Rabbnya. Dan kedurhakaan Iblis merupakan kedurhakaan yang besar. Sebagaimana dalam surat Al-Baqarah “Iblis sejelas-jelas makhluk yang kafir.”
Lalu Allah memerintahkan mereka (malaikat dan iblis) untuk bersujud maka nampaklah watak mereka asli masing-masing. Maka kembalilah malakiat pada asal muasal mereka yaitu cahaya, yang memiliki sifat yang baik. Dan iblis kembali ke sifat asalnya yaitu sombong dan enggan dan mendebat perintah penciptanya dengan asal-asalan. Dia enggan dan sombong dengan perintah Allah, bahkan mendebat perintah Allah. Buktinya Iblis berkata pada Allah “Aku lebih baik daripada Adam” artinya bagaimana engkau ini ya Allah kok bisa-bisanya perintahkan aku bersujud pada makhluk yang aku lebih baik daripada dirinya. Engkau ciptakan aku dari api dan Engkau ciptakan si Adam dari lumpur. Maka, anggap saja iblis itu tercipta dari Api dan iblis lebih baik dari Adam, maka bukankah yang lebih layak adalah Iblis taat terhadap perintah penciptanya dan tidak sombong serta mendebat perintah penciptanya?

Adam adalah bapak dari manusia yang Allah ciptakan dengan kedua tangannya dan Allah perintahkan Malaikat dan Iblis untuk bersujud kepada Adam. Lihatlah, betapa besar pengagungan yang telah Allah berikan kepada bapak seluruh manusia. Lalu “ Apakah kalian akan menjadikan Iblis dan anak keturunan-nya sebagai kekasih dan penolong kalian selain Aku (Allah) padahal iblis dan anak keturunan-nya adalah musuh kalian…”. Sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi kalian.

Maroji’ :
Kitab Tafsiru Al-Qur’anul Karimu Suratu Al-Kahfii karya Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin diterbitkan oleh Maktabah daara Ibnul Jauzi: Riyadh. Halaman : 87-92 .

Ditemani rekaman kajian Jum’at pagi 16 April 2010 di sendowo
Semoga Allah mengampuninya
Ummu Zubaidah

Advertisements
Tagged with: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: