Kehidupan Rumahku…

SUJUDNYA MALAIKAT DAN IBLIS KEPADA ADAM

Posted in Nasehat by putrisiazahra on April 20, 2010


“Dan ingatlah ketika kami katakan kepada para malaikat sujudlah kepada Adam maka mereka semua pun bersujud kecuali iblis, dan iblis termasuk bagian dari bangsa jin karena iblis fasik terhadap perintah Rabbnya. Apakah kalian akan menjadikan Iblis dan anak keturunan-nya sebagai kekasih dan penolong kalian selain Aku (Allah) padahal iblis dan anak keturunan-nya adalah musuh kalian. Maka ini adalah sejelek-jelek pengganti bagi orang-orang yang dzholim.”
(QS. Al-Kahfi : 50)

Perbedaan Malaikat dan Jin (baca: setan)

Malaikat merupakan suatu alam ghaib bagi manusia. Dan ia merupakan makhluk yang Allah ciptakan dari cahaya. Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya
“Malaikat tercipta dari cahaya, sedangkan Jin teercipta dari nyala api dan Adam tercipta dari tanah yang telah diceritakan kepada kalian”1.
Dan Allah ta’ala memberitahu kita dalam Al-Qur’an bahwasanya Allah menciptakan malaikat dari cahaya, jin dari api, dan manusia dari tanah yang becampur dengan air (baca :lumpur). Sehingga kita dapat mengetahui asal muasal makhluk ada 3 yaitu malaikat dari cahaya, jin dari api dan manusia dari tanah.
(more…)

Tagged with: ,

Teruntuk Saudariku di Wisma Ceria….^^

Posted in 1 by putrisiazahra on April 15, 2010

Uhibbukunnallah fillah ya akhwatiy...^^

Tagged with:

Puisi dari Kitab Ibnul Qayyim

Posted in Nasehat by putrisiazahra on April 15, 2010


Tidak ada di dunia ini yang lebih sengsara daripada seorang pencinta…
Meskipun ia merasakan manisnya cinta…
Kamu lihat dia menangis di setiap waktu…
Karena takut berpisah atau karena rindu…

Ia menangis karena rindu akan jauhnya sang kekasih…
Namun, bila kekasihnya dekat…
Ia menangis karena takut berpisah…

Matanya selalu menghangat ketika terjadi perpisahan…
Matanya pun berkaca-kaca ketika pertemuan itu tiba…
Pelakunya memang merasakan kenikmatan…
Namun, sebenarnya…
Kasmaran itu merupakan siksa yang paling besar di hati…
[ lihat dalam: كتاب الجواب الكافي لمن سأل عن الدواء الشافي , karya محمد بن أبي بكر أيوب الزرعي أبو عبد الله (masyhur dengan nama Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah), hal. 151 ]

Tagged with: ,

NASIHAT KEPADA PARA PEMUDA THULABUL ‘ILMI

Posted in Nasehat by putrisiazahra on April 15, 2010

Wahai saudariku, persilisihan di antara ahlulsunnah di negri ini membuat para penuntut ilmu pemula binggung untuk bersikap. Disatu sisi golongan A menboikot golongn b, disisi yang lain saling tadhzir, kenapa ngaji di sana? Itu kan ustadz hizbi karena ngisi di masjid yang sering di pakai oleh orang-orang hizbi, jilbab akhwatnya tidak warna hitam, mereka bukan salafy, mereka tuh salafi’i (salafi imitasi) atau komentar-komentar semacamnya. Segala puji bagi Allah disemua keadaan.
Saudariku, sebagai thulabul ilmi (para peenuntut ilmu) hendaknya kita dapat menjaga akhlak dan muamalah kita kepada saudara semuslim kita. Melakukan tadzir dan hajr mempunyai faedah-faedah tertentu sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah, yang jika faedah keduanya tidak terpenuhi maka kita dilarang untuk melakukan hajr ataupun tadzir. Maka kita wajib dalam menjawab salam yang diberikan oleh saudari kita walaupun kita sedang meng-hajr saudari kita yang lainnya yang seharusnya tidak kita hajr karena memang tidak cukup padanya syarat-syarat yang mengharuskan dirinya untuk dihajr. Bukankah Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam masih bisa tersenyum kepada kafir Quraisy ketika mereka menyakitinya? Dan tidak ada rasa dendam sedikit pun dihati beliau karena perlakuan mereka. Sesungguhnya cukuplah Rasululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat dan orang-orang setelahnya yang mengikuti jalan salafus shaleh sebagai suri dan tauladan kita.
Artikel ini merupakan salah satu usaha kami dalam menyebarkan dakwah ahlulsunnah kepada seluruh penuntut ilmu syar’i agar memiliki sikap yang benar dalam menyikapi banyaknya fitnah dan syubhat yang telah teersebar diantara ahlulsunnah. Beberapa sikap yang kami tulis ini kami rangkum dari sebuah buku kecil yang sangat besar faedahnya yang berjudul “Nasehat mengenai perkara-perkara yang wajib diperhatikan ketika terjadi perbedaan pendapat di antara ahlulsunnah dan faedah-faedah boikot dan membuat bantahan terhadap orang-orang yang menyimpang ” karya Syekh Ibrahim bin ‘aamir ar-rahiily.
Maka sikap-sikap yang harus dimiliki oleh para penuntut ilmu menurut beliau saat terjadi perberdaan pendapat diantara ahlulsunnah adalah: (more…)

Tagged with: ,