Kehidupan Rumahku…

DEMONSTRASI, hmmmmm…….

Posted in 1 by putrisiazahra on March 17, 2010

Topik ini aku cuplik karena adanya beberapa pengalaman yang aku alami beberapa tahun yang lalu yang membuatku sangat GERAM. Pengalaman ini berupa DEMONSTRASI di bunderan UGM. Entah apa yang kupikirkan waktu itu. Aku hanya ingin mencoba sesuatu yang baru, yang membuat adrenalinku semakin tinggi. Yang membuatku puas akan sesuatu yang kulakukan. Membuatku menambah suatu pengalaman yang mengasikkan. Tapi….
Siang itu, aku berdiri sendiri di depan swalayan Kopma UGM. Aku sedang menunggu temanku untuk minta diajarin membuat buku kas pulsa yang membuatku kewalahan. Tiba-tiba murrobiku (seperti itulah bisanya teman-teman ku menyebutnya) datang dan menghampiriku. “Assalamu’alaikum ya ukhty..” (salamnya) “wa’alikumsalam” jawabku. Beliau heran masih melihatku berdiri sendiri. Sampai beliau berkata”Tadi malam dapet sms mbak kan dek?”. “Ehmm… Yang Demo Palestina itu ya mbak?” jawabku. “Iya” balasnya. “Yuks, sekarang ikut mbak kebunderan UGM untuk aksi membela Palestina” katanya lagi. “Demo? Kayanya seru ya mbak? Boleh2…”
Demo, tidak hanya untuk palestina. Aku menemukan situasi lainnya yang masyarakat, bahkan mahasiswa pun berpikir untuk berdemo sebagai salah satu solusinya. Bila BBM naik, demonstrasi. Bila seorang tokoh kalah dalam pemilihan, demonstrasi. Bila Gaji tak kunjung naik, demonstrasi.
Ironisnya, ada sebagian kalangan yang mengadakan aksi demonstrasi untuk menuntut kebathilan seperti demonstrasi agar dilarang poligami, disahkan persamaan gender, dicabutnya fatwa kafirnya kelompok ahmadiyah, dicabutnya keputusan anti poligami dan sebagainya.
Mengapa mereka berdemo? Mengapa wahai saudaraku? Apakah engkau sudah mempelajari apa itu Demo? Apa hukumnya? Apa manfaatnya? Apa wahai sudaraku? Apa? Apa? Coba sebutkan, agar aku mengerti keadaanmu dan paham keadanmu. Agar aku tak terus-terusan menegurmu untuk menghentikan perbuatan itu… Benarkah demonstrasi itu solusi? Atau demonstarsi adalah polusi yang membawa kerusakan dan petaka?! Ingatlah wahai saudaraku, Ilmu sebelum berakata dan berbuat.

Saudaraku seiman, kita sekarang hidup di suatu zaman yang harus bergelut dengan berbagai macam tantangan dan fitnah. Oleh karenanya harus pandai-pandai menyikapi secara baik dengan bimbingan cahaya Al-Qur’an, Al-Hadist, dan petuah para ulama, bukan malah menyikapinya dengan emosional dan tindakan gegabah yang malah meruncingkan masalah. Alangkah bagusnya ucapan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah tatkala mengatakan “Apabila terjadi suatu fitnah maka orang pandai pun tak sanggup untuk membendung orang bodoh. Demikianlah keadaan fitnah sepanjang zaman, apabila terjadi, maka tidak ada yang selamat darinya kecuali orang yang diselamatkan oleh ALLOH semata”1
Dalam sebuah Kamus Indonesia pengertian demonstrasi adalah pengungkapan beramai-ramai baik setuju atau tidak setuju akan sesuatu, sambil berarak-arakan dengan membawa spanduk/panji-panji, poster dan lain sebagainya yang berisikan tulisan yang menggambarakan tujuan demonstrasi tersebut.2
Jadi, demonstrasi adalah suatu metode untuk mengungkapkan aspirasi para demonstran terhadap negara atau atasan dengan menuntut terwujudnya tuntutan mereka dari aksi tersebut. Bukan unjuk kekuatan yang disebutkan sebagian kalangan untuk membodohi umat.
Demonstrasi ini merupakan anaknya demokrasi yang bermula pada zaman revolusi Perancis, seiring dengan bergolaknya paham kebebasan, persaudaraan dan persamaan. Maka negara Perancis, secara resmi memasukkan demokrasi dalam undang-undang mereka dengan label HAK ASASI MANUSIA (HAM) pada tahun 1791. pasal 3 dari undang-undang tersebut disebutkan bahwa “rakyat adalah sumber kekuasaan, setiap badan dan individu berhak mengatur hukum, hukum dan hak diambil meeka.” hal ini merupakan penegasa bahwa kekuasaan adalah milik rakyat yang tidak dapat dipenggal-penggal lagi serta tanpa kompromi tidak akan dapat diubah-ubah.
Kemudian tatkala Perancis menjajah dunia diantaranya negara-negara Arab, Mesir, Maroko dsb. Maka secara bersamaan masuklah sistem demokrasi tersebut ke negri-negri jajahan.3
Maka nyatalah sudah bahwa demonstrasi TIDAK DIKENAL paDA ZAMAN NABI dan PARA SAHABAT, tetapi merupakan impor dari manusia-manusia yang KAFIR kepada ROBB semesta Alam.
Aku akan mencuplikan beberapa fatwa ulama mengenai demonstrasi.
1.Fatwa Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz
Soal:
“Apakah demonstrasi yang digelar oleh pria dan wanita kepada pemerintah termasuk cara dari dakwah-dakwah ilallah? Dan apakah orang yang mati dalam aksi tersebut disebut syahid di jalan Alloh?”
Jawab:
“ Saya tidak berpendapat jika demonstrasi yang digelar oleh para pria dan wanita tersebut sebagai solusi problematika umat. Bahkan hal tersebut merupakan sumber fitnah,kerusakan,kezhaliman, dan permusuhan. Tetapi cara yang disyari’atkan oleh islam adalah dengan cara menulis surat, menasehati dan mendakwahi dengan cara yang benar.
Demikianlah praktek yang berlangsung di kalangan para ulama dari kalangan sahabat Nabi dan para pengikutnya yakni dengan tulisan,berbicara enmpat mata atau dengan via telepon atau cara syar’i lainnya. Bukan dengan disebarkan di hadapan massa, di mimbar-mimbar atau forum majelis bahwa pemerintah fulan telah melakukan begini dan begitu. Hanya kepada Alloh kita meminta pertolongan.”4
2.Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin
Soal:
“Apakah demonstrasi termasuk sarana dakwah yang disyariatkan?”
Jawab:
“Segala puji bagi Alloh Rabb tsemesta alam dan shalawat serta salam bagi nabi kita Muhammad shalallahu wa alaihi wa salam, keluarganya dan para shabatnya.
Amma ba’du, sesyngguhnya demonstrasi merupakan perkara baru, tidak dikenal sebelumnya pada zaman nabi dan zaman para Khalifah Rasyidin serta masa sahabat,bahkan demonstrasi menimbulkan kekacauan sehingga menjadikannya terlarang, seperti memecahkan kaca-kaca, pintu-pintu dan juga sebagainya juga campur baur kaum laki-laki dan wanita, anak muda dan orang tua serta kerusakan-kerusakan lainnya.
Adapun alasan untuk menuntut pemimpin, maka cukuplah dengan Al-Qur’an dan Sunnah Rasululloh shollaullohu wa’alaihi wasallam, ini adalah nasehat terbaik bagi seorang muslim. Dan bila pemimpin tersebutt kafir maka dia tidak akan peduli dengan tuntutan mereka kecuali hanya sekedar penampilan luar saja yang berbeda dengan isi hatinya. Oleh karena itu, kami memandang bahwa demonstrasi merupakan kemungkaran. Adapun alasan demonstrasi damai maka mungkin ini bisa diawalnya kemudian setelah itu terjadi pengrusakan. Oleh karena itu, kami menasehatkan kepada para pemuda agar meniti jalan para salaf, karena Alloh telah memuji kaum muhajirin dan anshor serta orang-orang yang mengikuti mereka. ”5
3.Murid-Murid Syaikh Al-Abani
Syaikh Abu Ishaq al-Huwaini pernah ditanya “Apa hukum demonstrasi? Beliau menjawab Demonstrasi tidak disyariatkan. Inilah pendapat para ulama kita. Kita telah mengetahui dengan pengalaman dan percobaan bahwa demonstrasi ini tidak membuahkan hal yag positif dan tidak mengembalikan hak yang dirampas. Membakar bendera Israel6 atau atau Amerika atau gambar-gambar presiden tidak merubah ketetapan politik sedikitpun, bahkan betapa banyak kejadian dan kerusakan akibat demonstrasi.”

Wahai saudaraku, sudahkah engkau paham sekarang apa yang kumaksud? Apakah demonstrasi yang selama ini kau bangga-banggakan adalah sesuatu yang HAQ? Sesuatu yang BENAR? Ataukah hanya POLUSI yang membawa bencana? Maka kujawab pertanyaanku sendiri bahwa DEMONSTRASI ADALAH POLUSI yang membawa kepada kerusakan.

Sejarah yang menjadi saksi wahai saudaraku…!!!! Demonstrasi hanya memperburuk keadaan dan meruncing penderitaan. Maka ingatlah seseorang yang CERDAS adalah seseorang yang MENGAMBIL PELAJARAN dengan sejarah dan pengalaman.

Maka bagaimanakah obat dalam menghadapi problematika bangsa baik dalam Agama, ekonomi, politik dan lain sebagainya?
Solusi itu semua adalah kembali kepada agama islam dan mengamalkan ajaran-ajarannya. Pada sebuah risalah kecil karya Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir as-sa’di berjudul Ad-Diin ash-Shahih Yahullu Jami’a al-Masyakil (Agama yang benar merupakan solusi dari segala problematik). Di awal risalah ini beliau menyebutkan “Inilah sebuah risalah yang berkaitan dengan agama islam yang menunjukkan ajaran terbaik dan membimbing hamba dalam aqidah dan akhlak serta mengarahkan mereka menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Serta penjelasannya yang gambalang bahwa tidak ada cara untuk memperbaiki umat sepenuhnya kecuali dengan islam. Dan penjelasan bahwa semua undang-undang yang menyelisihi agama islam tidak dapat memperbaiki dunia dan akhirat kecualli jika bersumber dari ajaran agama islam.”
Wahai Saudaraku, semoga Alloh memberkahimu dan juga memberkahiku. Aku menulis artikel ini sebagai bentuk nasehat. Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari isi yang terkandung di dalamnya.
Aku tahu, pasti diatara kalian ada yang tidak setuju dengan apa-apa yang aku tulis ini. Mungkin diantara kalian ada yang berkata “Artikel ini hanya menguntungkan para pemimpin saja!!!! Artikel ini hanya ditulis untuk menjilat pemerintah!!!”
Ittakillah (Takutlah hanya kepada Alloh) wahai saudaraku….
Liahatlah, siapa yang memberi penjelasan mengenai hal ini???
sungguh ini adalah anggapan yang keliru dan meruapakan kebutaan hati, karena manfaatnya justru kembali kepada kedua belah pihak, baik pemimpin maupun rakyat, bahkan keungkinan besar rakyat akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Maka hati-hatilah wahai saudaraku dari kebodohan dan kezhaliman, agar engkau selamat dari kerugian.
Ingatlah Alloh berfirman dalam Surat Al-Ahzab:72 yang artinya
“dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zhalim dan amat bodoh”
Maka majulah wahai jiwaku dalam membela kebenaran,janganlah engkau hiraukan ocehan orang yang mencelamu.!
Aku memohon kepada Alloh agar memperbaiki keadaan negara kita dan negara kaum muslimin dimanapun berada. Aku juga memohon kepada Alloh agar menghilangkan kecemasan dan krisis yang menimpa kita. Ya Alloh, hanya kepada Engkau aku beribadah dan hanya kepadaMU aku berdoa, maka kabulkanlah. Amiin
Wallahu’alam bishowab

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: