Kehidupan Rumahku…

K-MEANS CLUSTERING

Posted in Artificial Neural Network, Fuzzy Logic, Matlab by putrisiazahra on March 24, 2010

K-means merupakan suatu metode yang bertujuan untuk mengklasifikasikan suatu objek pada
data matrik yang acak. Contohnya A mempunyai buah apel yang banyak pada satu sudut dan buah
jeruk yang banyak pada sudut yang lain. Dan A menggunakan kriteria warna sebagai kriteria
pengklasifikasian, maka K-means akan mencoba untuk mengambil satu pusat sebagai pusat apel dan
pusat yang lainnya digunakan untuk pusat jeruk. Kemudian K-means akan mencoba untuk
mengelompokkan buah-buah pada jarak terdekat dari masing-masing pusat apel atau pusat jeruk.
K-means telah banyak dikembangkan dalam berbagai macam ilmu pengetahuan sebagai salah
satu metode pengklusteran yang efektif. Contohnya dalam bidang ilmu komputer yang membahas
tentang algoritma fuzzy. Fuzzy K-Means adalah suatu tekhnik pengklusteran data yang mana
keberadaan tiap-tiap data dalam suatu kluster ditentukan oleh nilai keanggotaan. (harjoko dkk, 2006 )
Sama seperti metode K-means, Fuzzy K-means konsep dasar utamanya adalah menentukan pusat
kluster yang akan menandai lokasi rata-rata untuk tiap-tiap kluster. Pada kondisi awal, pusat kluster ini
masih belum akurat. Sehingga dengan cara memperbaiki pusat kluster dan nilai keanggotaan tiap-tiap
data secara berulang, maka akan dapat dilihat bahwa pusat kluster akan bergerak menuju lokasi yang
tepat. Perulangan ini didasarkan pada minimisasi fungsi obyektif (Gelley,2000). K-menas juga dapat
digunakan pada bidang digital image processing sebagai salah satu metode untuk pengelompokkan
warna.
(more…)

Tagged with: ,

DEMONSTRASI, hmmmmm…….

Posted in 1 by putrisiazahra on March 17, 2010

Topik ini aku cuplik karena adanya beberapa pengalaman yang aku alami beberapa tahun yang lalu yang membuatku sangat GERAM. Pengalaman ini berupa DEMONSTRASI di bunderan UGM. Entah apa yang kupikirkan waktu itu. Aku hanya ingin mencoba sesuatu yang baru, yang membuat adrenalinku semakin tinggi. Yang membuatku puas akan sesuatu yang kulakukan. Membuatku menambah suatu pengalaman yang mengasikkan. Tapi….
Siang itu, aku berdiri sendiri di depan swalayan Kopma UGM. Aku sedang menunggu temanku untuk minta diajarin membuat buku kas pulsa yang membuatku kewalahan. Tiba-tiba murrobiku (seperti itulah bisanya teman-teman ku menyebutnya) datang dan menghampiriku. “Assalamu’alaikum ya ukhty..” (salamnya) “wa’alikumsalam” jawabku. Beliau heran masih melihatku berdiri sendiri. Sampai beliau berkata”Tadi malam dapet sms mbak kan dek?”. “Ehmm… Yang Demo Palestina itu ya mbak?” jawabku. “Iya” balasnya. “Yuks, sekarang ikut mbak kebunderan UGM untuk aksi membela Palestina” katanya lagi. “Demo? Kayanya seru ya mbak? Boleh2…”
Demo, tidak hanya untuk palestina. Aku menemukan situasi lainnya yang masyarakat, bahkan mahasiswa pun berpikir untuk berdemo sebagai salah satu solusinya. Bila BBM naik, demonstrasi. Bila seorang tokoh kalah dalam pemilihan, demonstrasi. Bila Gaji tak kunjung naik, demonstrasi.
Ironisnya, ada sebagian kalangan yang mengadakan aksi demonstrasi untuk menuntut kebathilan seperti demonstrasi agar dilarang poligami, disahkan persamaan gender, dicabutnya fatwa kafirnya kelompok ahmadiyah, dicabutnya keputusan anti poligami dan sebagainya.
Mengapa mereka berdemo? Mengapa wahai saudaraku? Apakah engkau sudah mempelajari apa itu Demo? Apa hukumnya? Apa manfaatnya? Apa wahai sudaraku? Apa? Apa? Coba sebutkan, agar aku mengerti keadaanmu dan paham keadanmu. Agar aku tak terus-terusan menegurmu untuk menghentikan perbuatan itu… Benarkah demonstrasi itu solusi? Atau demonstarsi adalah polusi yang membawa kerusakan dan petaka?! Ingatlah wahai saudaraku, Ilmu sebelum berakata dan berbuat.
(more…)